Pages

Sabtu, 15 September 2012

Kembalilah Mental Juaramu, Persib


Kembalilah Mental Juaramu, Persib

Persib Bandung adalah legenda dalam dunia sepakbola Indonesia. Bagaimana tidak, dengan tag line “Bobotoh sa Alam Dunya”, pendukung Persib atau lebih familiar dikenal dengan sebutan Bobotoh tersebar di seantero jagad. Terdengar seperti hiperbolik, tapi memang begitulah faktanya.

Persib Bandung bukan hanya menjadi milik warga Kota Bandung saja, tetapi sudah menjadi milik warga Jawa Barat, atau bahkan warga Indonesia. Para bobotoh ini selalu militan dan gegap gempita dalam mendukung Persib. Ini merupakan salah satu modal utama Persib dalam mengarungi liga musim 2012/2013.

Demi ambisi gelar juara di musim yang akan datang (tentu seperti musim-musim sebelumnya), Persib mulai berbenah memperbaiki kekurangan di beberapa pos. Untuk lini pelatih, mantan pemain legendaris dan mantan Pelatih akademi muda Persib yang malang melintang di Pelita Jaya (Kang Djajang Nurdjaman) mulai diberi kepercayaan penuh sebagai Pelatih Kepala (Head Coach). Diharapkan dengan bergabungnya beliau sebagai Nakhoda baru (tapi muka lama) Persib, permainan tim menjadi lebih menggigit dengan Possesion Football seperti yang selalu diperagakan oleh saudara muda Pelita Jaya Karawang. Betapa tidak, dengan Possesion Football yang diperagakan, Pelita Jaya mampu memaksimalkan potensi ketiga striker asingnya (1 orang sudah naturalisasi).

[pro_ad_display_adzone id="26"]
Dari lini pemain sampai saat ini baru 2 (dua) orang pemain yang dikabarkan sudah (akan) bergabung dengan Persib, Asri Akbar (Persiba Balikpapan) dan Dzumafo H. Affandi (Arema). Dan gebrakan Kang DN yaitu dengan melepas 4 pemain asingnya. 2 (dua) orang pemain muda binaan persib (Wildansyah dan Budiawan) akhirnya dengan berat hati mengajukan pengunduran diri semata untuk menambah jam terbang mereka dan demi kebaikan mereka juga. Bila memang itu yang terbaik, ikhlaskanlah pak Umuh. Karena sepertinya Persib di musim yang akan datang tidak akan terlalu memprioritaskan pemain muda untuk mengejar ambisi gelar juara.

Bagi saya pribadi, tidak masalah siapapun pemain Persib musim depan, mau yang bertitel bintang atau tidak sama saja. Yang paling dibutuhkan sekarang adalah mental bertanding!! Itulah yang menjadi momok menakutkan bagi Persib dari musim ke musim. Bertaburan pemain bintang bukan jaminan menjadi juara. Para pemain selalu (seperti) terlihat down mentalnya apabila bermain dengan kondisi di bawah tekanan. Tidak terlihat mental juara di setiap diri pemain. Selalu mudah terpancing emosi, sehingga skema permainan yang sudah bagus pun menjadi tidak berarti ketika mental pemain sudah jatuh.

Harus diakui bahwa sebenarnya secara teknis permainan, Persib sudah menampilkan permainan yang indah menawan dengan umpan-umpan pendek dari para pemainnya. Semoga ini tetap dipertahankan di musim yang akan datang terlepas siapapun starting line up nantinya, dengan catatan para pemain selalu bisa mengontrol emosi dan memiliki mental juara!!! Mengutip salah satu kalimat penyemangat hidup : MAN JADDA WAJADA!! PERSIB JUARA?? BISA!!!


Oleh: Muhammad Nur Abdullah Aziz / Penulis adalah civil servant di salah satu institusi pemerintahan di Banten dan selalu mendukung Persib

0 komentar:

Posting Komentar